-->

Notification

×

Iklan

Iklan

iklan close

close

MAFIA TANAH SEROBOT 7 HEKTAR LAHAN GARAPAN WARGA CILELEUY SAMPAI GUDANG KENTANG DIBAKAR

Kamis, 17 Oktober 2024 | Kamis, Oktober 17, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-10-17T07:56:26Z

 

Tampak Puluhan Ton Bibit Kentang Hangus Terbakar


SGJabar – Konflik tanah Garapan di perkebunan kebun sedep, blok Pasir Nyumput antara masyarakat Kp. Cileleuy, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut melawan sekelompok orang tak dikenal yang ingin menguasasi 7 hektar lahan garapan diwarnai aksi teror. Gudang benih kentang milik petani ludes terbakar oleh kelompok yang diduga ingin merebut lahan yang sudah warga usahai sejak 5 tahun tersebut. Aksi teror pembakaran gudang benih kentang pada Kamis (17/10/24), korban mengalami kerugian 60 jutaan rupiah.

 

Aksi teror pembakaran gudang benih kentang telah merujuk kepada Mafia Tanah. Dimana, sekelompok orang yang bekerja sama untuk memiliki atau menguasai tanah milik orang lain secara tidak sah. Mereka menggunakan cara-cara yang melanggar hukum secara terencana, rapi, dan sistematis, ujar Asep Rahmat Permana, SH, SHI. Kuasa hukum Forum Masyarakat Kampung Cileleuy.

 

Pria yang disapa Kang AR ini menyebutkan tindakan ini seringkali memicu konflik atau sengketa yang dapat menimbulkan korban nyawa manusia. Lemahnya pengawasan, penegakan hukum, dan kurangnya transparansi merupakan beberapa penyebab terjadinya mafia tanah. Selain itu, sikap abai masyarakat terhadap tanah yang mereka miliki juga dimanfaatkan oleh mafia tanah untuk menguasai tanah secara tidak sah.

 

“Mafia Tanah ibarat sel kanker yang mengalami metastasis, telah menjalar kemana-mana. Meski wujudnya tak kasatmata, namun daya rusaknya sangat nyata,” ungkapnya.

 

Dia menyuarakan insiden pembakaran gudang benih kentang yang ini telah menjadi sorotan publik karena melakukan pengerusakan sebagai sinyal ancaman, dan intimidasi yang terstruktur terhadap masyarakat petani Cileleuy.

 

“Hingga kini, pelaku utama yang terlibat dalam pembakaran ini masih kami selidiki, sementara keterlibatan mafia tanah dalam kasus perampasan tanah garapan masyarakat di Kp. Cileleuy semakin nyata,” jelas Kang AR.

 

Tim Advokasi Lembaga Bantuan Hukum dan Manajemen Seroja 24, yang dipimpin oleh Kang AR meminta Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tindakan teror pembakaran ini lebih cepat dan tegas menangani kasus ini.

 

Kang AR menyatakan kasus pembakaran gudang benih kentang milik petani adalah bagian dari skenario dari masalah yang jauh lebih besar, yaitu keberadaan mafia tanah yang selama ini menghantui masyarakat di Kp. Cileleuy, Kecamatan Pamulihan, Garut.

 

“Tindakan yang dilakukan oleh orang suruhan ini tidak hanya menyebarkan aksi teror, tetapi juga menggambarkan betapa kuatnya pengaruh mafia tanah di wilayah ini. Kami tidak akan berhenti hingga pelaku utama dan otak di balik perampasan tanah ini dibawa ke hadapan hukum.” Ujar Kang AR. ***

close