Siswa putus sekolah gegara Mengkonsumsi obat-obatan. Pecandu akan lebih sering berjuang dengan pengalaman emosional yang kuat, serta sulit menanganinya.
SGJabar - Masyarakat Leles, Kabupaten Garut mulai geram dengan maraknya peredaran obat-obatan berbahaya yang berjenis Tarmadol dan Exsimer golongan G yang sering diperjualbelikan pada anak muda dengan bebasnya.
Guna mengkelabui masyarakat para pengedar obat-obatan keras tersebut bertransaksi di warung kosmetik. Ironis, warung yang menjual terus bertumbuh bebas di wilayah hukum Polsek Leles, Kabupaten Garut.
Padahal dari pengakuan masyarakat setempat warung-warung penjual obat terlarang pernah di gerebek oleh aparat kepolisian. "Sempat viral 7 orang terdapati over dosis dan dilarikan ke Rumah Sakit, bahkan salah satu korban meninggal dunia," ujar KH, warga Leles.
Lanjut KH, kini warga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait hal maraknya warung-warung penjual obat tanpa resep dokter yang ada di beberapa titik jalan di wilayah Leles.
Selain KH, awak media SGJ sempat mewawancarai narasumber yang suka membeli dari lokasi tersebut saat diajak komunikasi mengatakan, warungnya berjualan sudah hampir setahun dan ia mengakui dirinya sehari sampai tiga kali beli kesitu.
“Efeknya bikin play, tapi sesudahnya badan teras lemas, lambung sering mual. Tapi Alhamdulillah, berkat pertolongan keluarga, saya sudah tidak pakai lagi," ucapnya.
Ditempat terpisah warga setempat saat di konfirmasi, dirinya baru mengetahui adanya penjual obat-obatan terlarang tersebut, dirinya mengira warung biasa.
“Waduh bahaya ini, saya akan lapor ke RT dulu mas, kalo ga ditanggapi saya akan langsung ke polsek. Karena ini sangat merusak penerus bangsa udah mah kayak gini kita dilanda bencana sekarang penerus bangsa malah diracuni dengan dijual bebasnya obat-obatan terlarang tersebut. Saya akan minta warung tersebut ditutup, pokoknya liatin ajah mas,” tegasnya dengan nada geram.
Dirinya sangat memohon pada pihak berwajib (kepolisan red) agar ditindaklanjuti penjual obat berbahaya tersebut, karna kalau dibiarkan akan sangat merusak jati diri penerus anak bangsa.*** Yopi