SGJabar> Pasangan suami-isteri (Pasutri) Dadang (62) dan Rohati (57) warga kampung Cilintung, Desa Situgede, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut meninggal dunia hanya berselang satu jam, setelah sang suami tiada, Selasa, (10/12/24).
Kejadian menggemparkan ini bermula ketika Dadang, yang selama setahun terakhir menderita sakit jantung, berusaha untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, saat dalam perjalanan, Dadang menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah meninggal, jasadnya dibawa oleh warga setempat ke rumah kediamannya di Kp. Cilintung Rt. 01 Rw. 01 Desa Situgede.
Sesampainya di rumah, Rohati yang sangat terpukul oleh berita duka itu mengalami kesedihan yang mendalam. Dalam keadaan yang penuh emosional, ia berkali-kali pingsan tak sadarkan diri sebelum akhirnya juga meninggal dunia sekitar satu jam setelah suaminya, tepatnya pukul 07.30 WIB. Kejadian ini seolah mengingatkan pada kisah cinta romantis Romeo dan Juliet, di mana cinta sejati sepasang suami istri berujung pada takdir yang sama.
Pasangan ini meninggalkan empat orang anak, di mana tiga di antaranya saat ini merantau di Kota Padang, Sumatra Barat. Setelah mendapatkan kabar duka melalui aplikasi WhatsApp, ketiga putra almarhum dan almarhumah sepakat untuk mengizinkan proses pemakaman orang tua mereka segera dilakukan, tanpa perlu menunggu kehadiran mereka, yang tengah mencari nafkah jauh di perantauan.
Dedih Mukarom, Ketua RW 01 Kp. Cilintung, Desa Situgede, menyampaikan bahwa almarhum dan almarhumah adalah pribadi yang baik. Seluruh warga merasa kehilangan atas berpulangnya mereka berdua. Ia juga mendoakan semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi Allah dan diberikan tempat yang layak di sana.
Kehilangan yang dialami keluarga ini menjadi pelajaran berharga tentang arti dari cinta dan kesetiaan. Masyarakat sekitar pun memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, mengulurkan tangan dalam proses pemakaman dan mengingatkan akan indahnya cinta yang telah terjalin antara Dadang dan Rohati.***DS