SGJabar, (Garut)> Ketua Tim Formatur, Yayat, S, Andhie, resmi menyusun dan menetapkan struktur organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Kabupaten Garut, Jawa Barat periode 2025-2030, Jumat, (17/01/2025), di Vila Guntur Sari, Tarogong Kidul.
Yayat menyebutkan sebelumnya telah selesai melaksanakan pemilihan pada pekan lalu dan telah memilih Widiana Safaat, STP dan Hendra Saputra sebagai Ketua dan Wakil Ketua Cabang untuk kepengurusan HKTI Kabupaten Garut.
“Tim Formatur telah menggodok nama-nama yang akan masuk dalam kepengurusan HKTI Cabang Garut dengan memasukkan berbagai unsur yang ada karena gerakan pembaruan pertanian menjadi concern bersama”, tambah Abah Yayat (sapaan akrab).
Dalam pandangan Abah Yayat, HKTI merupakan organisasi yang memang dari awalnya memberi perhatian terhadap dunia pertanian, perikanan, peternakan dan holtikultura perkebunan di Indonesia.
“HKTI yang lahir pada 27 April 1973 di Jakarta ini melalui penyatuan empat belas (14) organisasi penghasil pertanian utama. Dari awalnya memang focus pada penggerak dan pengarah perjuangan insan tani. Menampung dan menyalurkan aspirasi serta amanat dari rakyat tani maupun penduduk pedesaan," ujarnya.
Ia menjelaskan sejak didirikan pada 1973 silam, HKTI telah beberapa kali mengadakan pemilihan ketua dan berganti kepengurusan. Presiden Prabowo Subianto sendiri diketahui sempat menjadi Ketua Umum HKTI untuk periode 2004-2009 lalu.
"Tahun 2025 ini, Ketua Umum HKTI dijabat oleh Fadli Zon. Beliau merupakan politisi Partai Gerinda yang kini menjabat Menteri Kebudayaan RI periode 2024-2029," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Hendra Saputra, Wakil Ketua HKTI Cabang Kabupaten Garut terpilih mengatakan akan mendorong Pemerintah Daerah agar membangun infrastruktur dalam arti luas sebagai pilar konsep keberlangsungan pengembangan pertanian.
Lalu, menurut Hendra, untuk mengembangkan hal tersebut diantaranya adalah menciptakan sumber manusia yang unggul. "Kami akan terus mendorong lahirnya petani milenial yang unggul, inovatif, dan mandiri, agar perkembangan disektor pertanian dapat semakin maju dan meningkat," ucapnya.
Hendra berharap HKTI di Kabupaten Garut dapat menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten dalam pelaksanaan pembangunan khususnya di sektor pertanian. Serta mampu memberikan sumbangsihnya bagi peningkatan kesejahteraan para petani sekaligus menjadi wadah penyaluran aspirasi serta sarana pertukaran informasi terkini terkait masalah pertanian.
“HKTI juga diharapkan mampu menggerakkan kembali para generasi muda kita untuk mau berkarya di bidang pertanian sebagai para petani milenial dengan memperkenalkan berbagai best practice dari kesuksesan para petani lainnya,” tandas Hendra.***