-->

Notification

×

Iklan

Iklan

iklan close

close

Petani Tembakau Desa Situsari-Garut Berharap Pembangunan SIHT Tercapai di TA 2025

Selasa, 04 Februari 2025 | Selasa, Februari 04, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-02-04T10:12:22Z

Kades Situsari, Ridwan Fauzi (kanan) Saat Menghadiri Lomba Merajang Tembakau di Halaman Wisata Waterbom Situsari


SGJabar>(Kabupaten Garut). Ridwan Fauzi, Kepala Desa (Kades) Situsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat menaruh harapan tinggi terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membangun Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) pada tahun 2025 ini.


Ridwan Fauzi menuturkan saat ini, para petani tembakau di wilayah desa Situsari, sudah bisa menjual hasil panennya berupa daun gelondongan maupun bentuk rajangan berkualitas baik.


Pada masa lalu, lanjut Ridwan para petani tembakau menjual berupa daun gelondongan saja sehingga nilai jualnya jauh lebih rendah ketimbang dijual sudah menjadi tembakau kemasan.


"Terbesit rencana mempunyai gudang tembakau di Desa Situsari, tapi terkendala proses perijinannya karena beberapa hal,"ungkapnya.


Maka terkait dengan rencana Pemkab Garut tahun 2025 akan membangun SIHT, Ridwan meyakini baik perijinan maupun produksinya bisa cepat terealisasi. Karena ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.


Ridwan menyebutkan memiliki SIHT tersendiri memiliki nilai plus bagi para petani tembakau. Selain, harga jual bisa meningkat juga para petani juga dipermudah untuk pemasaran, ketika panen tiba.


"Semoga rencana membangun SIHT tahun 2025 ini dapat segera terwujud, karena ini yang di idam-idamkan oleh petani tembakau di desanya untuk meningkatkan perekonomian para petani itu sendiri,"ujarnya.


Sehubungan dengan rencana pembangunan SIHT, pihaknya akan berkordinasi dan memberikan masukan kepada Pemkab Garut agar dibangun di lahan carik desa atau milik pemkab Garut.


Merilis acara Focus Group Discussion (FGD) Feasibility Study SIHT, Maret 2024 lalu, Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin mengatakan Garut adalah rajanya produksi tembakau di Jawa Barat, maka akan berbenah untuk tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan tembakau secara mandiri. 


Acara tersebut bertujuan membahas peningkatan produksi tembakau di Kabupaten Garut yang merupakan daerah penghasil tembakau terbanyak di Jawa Barat.


"Nah kemudian Pemprov Jabar melalui Dinas Industri dan Perdagangan punya kegiatan membuat sentra industri tembakau yang rencananya akan dibangun tahun 2025," ucap Barnas.


Ia menyatakan harapannya agar rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau di Kabupaten Garut dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap pembangunan SIHT tersebut.


Disela acara FGD Feasibility Study SIHT, Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Barat berperan sebesar 28% terhadap industri di Indonesia, di mana salah satunya adalah industri tembakau.


"Bahkan BAPPENAS menginginkan 2045 di saat Indonesia emas itu Jawa Barat menjadi 48% katanya industrinya. Jadi ya PR-nya banyak pak, salah satunya mungkin yang akan kita sama-sama kerjakan ini Pak Bupati, kita akan membuat sentra mungkin ini yang pertama kali di Jawa Barat," ucap Noneng di hadapan Pj. Bupati Garut.


Alasan pihaknya memilih Kabupaten Garut sebagai tempat didirikannya Sentra Industri Hasil Tembakau tersebut karena Kabupaten Garut merupakan daerah terbesar penghasil tembakau di Provinsi Jawa Barat, dengan luas peta persebaran tembakau sekitar 4.105 hektar. Oleh sebab itu,  dengan adanya sentra ini diharapkan dapat  menambah pendapatan bagi daerah.


"Tentu saja minta dorongan juga dari Kemenperin untuk memudahkan terbentuknya sentra ini, dan tentu saja dari ibu bapak dari Bea Cukai," ungkapnya.***

close